Friday, March 1, 2019

Estetika Gambar Pada Desain Grafis

Estetika Seni Grafis

Kata Estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, selera perasaan  atau taste.  Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya.

Suatu karya seni bukan hanya memberikan pengetahuan dan pengalaman yang  berharga  bagi  kehidupan  saja,  karena  juga  memiliki  nilai  keindahan.

Pengertian  keindahan  membawa  kita  pada  pertanyaan,  apakah  sifat  dasar keindahan itu ada pada karya yang indah atau hanya tanggapan perasaan saja terhadap  karya  tersebut?  Dari  persoalan  ini  melahirkan  dua  teori  yang bertentangan, yaitu teori estetika.

• Teori Subyektif

Teori yang menyatakan bahwa adanya nilai keindahan hanya tanggapan perasaan orang yang melihat karya tersebut, teori ini hanya berdasarkan naluri  saja  untuk  menyatakan  indah  tanpa  penjelasan  tentang  ciri-ciri keindahan  dari  benda  yang  dilihatnya. Para  penganut  teori  ini  adalah Hendri Home, Lord Ashley, dan Edmund Bruke.

• Teori Obyektif

Teori  yang  menyatakan  bahwa  nilai  keindahan  ada  pada  karya  yang dilihatnya. Teori ini melihat nilai keindahan dari komposisi dan unsur-unsur pembentuk  karya  yang  dilihatnya,  sehingga  kita  bisa  memberikan penjelasan tentang ciri-ciri keindahan yang terkandung pada suatu karya seni. Para pengganti teori ini adalah Plato, Hegel dan Bernard Bosanouet.
Kedua  teori diatas pada  dasarnya adalah benar, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi para ahli di abad modern ini lebih cenderung pada teori objektif. Dengan demikian untuk menanggapi karya seni yang bermutu, terlebih dahulu perlu kita ketahui  prinsip-prinsip seni  meliputi komposisi dan unsurunsur seni.

Yang  dimaksud  unsur-unsur  seni  rupa  ialah  semua  bagian  yang mendukung  terwujudnya  suatu  karya  seni  rupa. 

Unsur-unsur  seni  rupa  itu dibedakan atas:

◆ Unsur fisik (visual) yaitu unsur yang dapat  dipahami secara visual seperti  garis,  bentuk, tesktur, nada (gelap terang), dan warna.

◆ Unsur psikis (psikologi) yaitu unsur yang tidak dapat pahami secara visual, tetapi  hanya  dapat  dirasakan  saja  seperti  emosi,  pikiran,  pandangan, gagasan dan karakter.

Dalam kegiatan belajar ini, hanya akan dijelaskan unsur fisik saja. Kelima unsur ini sangat penting dalam pembentukan komposisi estetis secara tepat.

1)  Garis

Garis merupakan unsur seni rupa yang paling utama, karena dengan garis kita  dapat membuat karya  dwimatra  atau trimatra.  Berdasarkan  wujudnya dan karakternya garis garis dibagi atas:

• Garis  nyata  yaitu  garis  yang  sifatnya  mudah  diamati  hasil  goresan langsung.  Bentuknya  bermacam-macam  dan  mempunyai  karakter tersendiri,  misalnya  garis  vertikal  berkesan  agung/statis,  garis horisontal berkesan seimbang.

• Garis  khayal  yaitu  garis  yang  sifatnya  imajinatif  yang  timbul karena adanya kesan batas (kontur) bidang, ruang, warna atau nada

Fungsi garis dalam karya seni rupa adalah :
 
• Untuk  memberikan  representasi  atau  citra  struktur,  bentuk  dan bidang. Garis ini sering disebut garis blabar (garis kontur) berfungsi sebagai batas/ tepi

• Untuk menekankan nilai ekspresi seperti nilai gerak atau dinamika, nilai irama dan nilai arah. Garis ini disebut juga garis grafis.

•Untuk memberikan kesan matra  (dimensi) dan kesan barik (tekstur).
Garis ini sering disebut garis arsir atau garis tekstur. Garis tekstur  lebih bisa dihayati dengan jalan meraba.

2)  Bidang

Unsur bidang dalam seni rupa adalah perkembangan dari penampilan garis, yaitu  perpaduan  garis-garis  dalam  kondisi  tertentu. Bidang  dapat  diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya seni  rupa. Dalam hal ini dibedakan antara bidang alamiah dan bidang yang dicipta (sengaja maupun tidak sengaja).  Contoh  bidang alamiah adalah  bidang lapangan atau taman, bidang sawah, bidang langit, bidang laut. Contoh bidang yang dicipta adalah bidang lukisan, bidang segitiga, bidang lingkaran.

     Fungsi bidang:

 ➡Untuk menekankan nilai ekspresi dan nilai gerak, nilai irama dan nilai arah.

➡Untuk  memberikan  batas  dan  bentuk  serta  ruang  seperti  yang tampak pada bangunan dan patung.
 
➡Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi) yang ditimbulkan oleh batasan panjang, lebar dan tinggi.

3)  Bentuk

Bentuk  merupakan  suatu  bidang  yang  ada  karena  dibatasi  oleh  sebuah kontur  atau  garis  dan  atau  dibatasi  oleh  warna  yang  berbeda  atau  oleh perbedaan  dalam  pencahayaan,  gelap  terang,  arsiran  atau  disebabkan adanya tekstur tertentu.

Pada karya seni  rupa, bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis, seperti  membuat  bentuk  kursi  untuk  diduduki.  Dalam  hal  ini  bentuk  yang dicipta  sesuai  dengan  nilai  kegunaannya  (functional  form).  Bentuk  dicipta sebagai ungkapan (bentuk ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.

4)  Tekstur

Tekstur ialah sifat permukaan luar dari suatu benda, misalnya, kasar, halus, licin atau kusem. Tekstur berdasarkan penampilanya dibedakan:
     • Tekstur  asli  yaitu  tekstur  bawaan  secara  alami  yang  dapat  kita rasakan dengan cara dilihat dan diraba, misalnya tekstur batu, kayu, tanah, dan lain-lain
     • Tekstur  buatan  yaitu  tekstur  hasil  ciptaan  manusia  yang  dapat menampilkan  kesan  tertentu  kepada  si  pengamat.  Bisa  dibuat dengan  cara  digambar,  dilebur,  digores,  digosok,  atau  dengan percikan bahan. Tekstur berfungsi untuk memberikan watak tertentu pada bidang permukaan yang dapat menimbulkan nilai estetik. Misalnya tekstur dari urat-urat kayu ditonjolkan pada permukaan bidang patung sesuai dengan bentuk patung.

5)  Gelap terang (nada)

Dalam karya seni rupa  dua dimensi,  nada  terjadi  akibat adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Kesan nada ini dapat dicapai dengan mengolah unsur warna, misalnya dari warna terang menuju ke  warna  gelap  dengan  tingkat  nada  warna  yang  berlainan.  Sedangkan benda karya  tiga  dimensi kesan nada dapat diperoleh  dengan pengolahan unsur ruang, tekstur dan bentuk.

     Fungsi gelap terang:

 - memberikan  nilai  ekspresi,  misalnya  untuk  menampilkan  kesan dramatis  pada  lukisan,  seperti  pada  tema  peperangan  dengan ungkapan gelap terang.

-memberikan  nilai  emosi,  misalnya  cahaya  yang  membus  jendela kaca patri yang menimbulkan suasana khidmat pada interior mesjid atau gereja.

-memberikan kesan trimatra atau plastis pada benda yang diterpa oleh cahaya seperti pada bangunan dan benda. Dalam hal ini gelap terang (cahaya) dapat memperkuat sifat benda trimatra.

6)  Warna

Warna  adalah  elemen  terpenting  dalam  desain  grafis.  Warna  menjadi indikator pembeda antara satu objek dengan yang lain. Di samping itu warna memiliki dampak sugesti tersendiri diberbagai kebudayaan. Yang dimaksud komposisi dalam seni rupa yaitu susunan unsur-unsur seni rupa yang mengikuti kaidah-kaidahnya.

Kaidah-kaidah komposisi itu antara lain proporsi, keseimbangan, irama, dan kesatuan.

     •  Proporsi

        Proporsi adalah perbandingan antara bagian yang satu dengan yang lainnya, dan antara setiap bagian dengan keseluruhan pada suatu komposisi.

     •  Keseimbangan (balance)

        Keseimbangan dalam karya seni rupa adalah kesamaan dari unsurunsur  yang berlawanan  tetapi  saling  memerlukan  karena  dapat menciptakan satu kesatuan.

Ada beberapa pola dalam menentukan keseimbangan, yaitu:

1.  Keseimbangan  simetris  yaitu  menggambarkan  dua  bentuk, ukuran dan jarak yang sama dalam sebuah komposisi.

2.  Keseimbangan  asimetris  yaitui  menggambarkan  sebuah komposisi yang bentuk. Ukuran dan jaraknya tidak sama antara satu dengan yang lainnya.

3.  Keseimbangan segi tiga yaitu menggambarkan sebuah komposisi yang mempunyai/mengesankan segi tiga.

4.  Keseimbangan sentral yaitu menggambarkan sebuah komposisi yang memusat di tengah-tengah (berpusat di suatu titik).

     •  Irama

        Dalam  seni  rupa  irama  tidak  bisa  di  dengar,  tetapi  hanya  bisa dirasakan  dan  dipahami  oleh  perasaan  orang  yang  memiliki kepekaan estetis. Irama dalam seni rupa adalah kesan gerak yang timbul  dari  keselarasan  unsur-unsur  seni  rupa  dalam  sebuah komposisi.

Irama dapat dibentuk dengan tiga cara yaitu:

1.  Dengan  perpaduan  unsur-unsur  seni  rupa  yang berhubungan/sejenis  (harmoni)  atau  yang  bertentangan/tidak sejenis (kontras).

2.  Dengan  pemunculan  (repetisi)  unsur-unsur  yang  sama  dalam sebuah komposisi.

3.  Dengan variasi bentuk,  jarak,  ukuran dan arah unsur-unsur seni rupa dalam sebuah komposisi.

     •  Kesatuan

        Setiap  karya  seni  rupa  dibentuk  oleh  unsur-unsurnya  tidak  tampil secara  terpisah-pisah,  melainkan  harus  saling  berhubungan  dan membentuk suatu kesatuan yang utuh, bermakna dan harmonis.

Thursday, February 28, 2019

Komposisi Gambar Pada Desain Grafis

DESAIN DAN KOMPOSISI

Desain, ditinjau dari asal katanya berasal dari kata dalam bahasa Inggris "design". Kata design ini sebenarnya berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu "designare". Kata designare ini dapat diartikan "memberi tanda batas".

Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa kata desain berasal dari kata disegno (Italia) yang berarti gambar rencana sebelum membuat patung atau lukisan.

Desain, dalam kaitannya dengan seni rupa artikan sebagai suatu aktivitas kreatif untuk memilih, menyusun, menata atau marancang unsur-unsur visual dengan baik agar hasilnya menjadi sebuah karya yang bernilai estetis.

I. Desain Dasar (Nirmana)

    A. Pengertian Nirmana

Nirmana ( nir=tiada dan mana= makna, nirmana= tiada makna, artinya membuat desain yang tidak ada maknanya, yang diutamakan hanya keindahan secara fisik) adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis.

Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tatarupa.

    B. Unsur-unsur Visual

1. Titik

Titik adalah unsur visual yang paling sederhana karena paling minim kondisinya. Titik merupakan suatu bentuk kecil yang umumnya berupa bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah. Titik dapat pula disebut sebagai noktah atau spot. Noktah terbentuk dari dua permukaan benda yang bersentuhan yang meninggalkan bekas atau noda, misalnya tetesan tinta atau cat pada kertas dan sebagainya.

2. Garis

Garis adalah unsur kedua setelah titik. Garis dapat diartikan sebagai suatu hasil goresan atau batas limit suatu permukaan benda, masa, ruang atau warna . Garis dapat pula diartikan sebagai sederetan titik-titik yang saling bertautan, memanjang dan memiliki suatu arah.

Berdasarkan bentuk atau wujudnya, garis bisa dibedakan menjadi garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, garis patah-patah, garis bergelombang, garis spiral dll.

Berdasarkan arahnya, garis bisa dibedakan atas garis vertikal, garis horizontal, garis diagonal, garis diametral, garis parabola dll.

Jenis garis ada dua yaitu garis nyata dan garis semu/sugestif.

• Garis nyata adalah garis yang benar-benar dibuat atau sengaja dibuat, misalnya garis-garis pada sebuah gambar.

• Garis semu adalah garis yang tampak oleh suatu kegiatan yang tujuan sebenarnya tidak membuat garis. misalnya dua buah papan yang dirapatkan, di antara dua sisi papan yang saling bertemu tersebut akan tampak seolah-olah ada garis.

Garis semu dapat juga berupa garis kesan, misalnya bayangan suatu benda yang bentuknya memanjang, suatu benda yang tampak dari kejauhan.

3. Bidang/shape

Bidang atau shape adalah suatu bentuk dua dimensi (pipih,tidak memiliki ketebalan), mempunyai panjang dan lebar, mempunyai arah dan dibatasi oleh garis.

Bidang ini ada 2 jenis, yang pertama adalah bidang yang beraturan dan terukur yang sering disebut sebagai bidang geometris.
Bidang yang kedua adalah bidang yang bebas, tidak beraturan, tidak terukur dan cenderung menyerupai bentuk yang ada di alam atau organis (tumbuhan, hewan, manusia dsb). Bidang yang kedua ini sering disebut sebagai bidang biomorphic.

4. Bentuk atau Gempal/form

Bentuk atau gempal atau form umumnya merupakan susunan beberapa bidang. Bentuk memiliki ketebalan, bervolume (3 dimensi).

Bentuk dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bentuk beraturan (geometric) dan bentuk tak beraturan (biomorphic).

5. Ruang ( Space)

Ruang dimaksudkan adalah ruang kosong (ruang yang tidak ditempati suatu unsur) pada karya 3 dimensional. Sedangkan pada karya 2 dimensi, ruang adalah jarak antara unsur visual satu dengan unsur visual lain. Tujuan sebuah desain diberi ruang agar karya tidak terlalu padat dalam penempatannya pada suatu desain dan menjadikan sebuah obyek menjadi dominan.

6. Warna

Warna merupakan unsur visual yang sangat penting peranannya. Apakah arti warna yang sebenarnya? Warna dalam ilmu Fisika dapat diartikan sebagai sifat cahaya yang dipantulkan suatu benda. Secara fisik, warna dapat dipancarkan oleh panjang gelombang. Cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.

Cahaya yang dapat ditangkap indera manusia mempunyai panjang gelombang antara 380 sampai dengan 780 nanometer. Proses terlihatnya warna adalah disebabkan adanya cahaya yang menimpa suatu benda, dan benda tersebut memantulkan cahaya ke mata (retina) kita hingga terlihatlah warna.

Warna berdasarkan ilmu bahan adalah pigmen. Benda dapat berwarna merah karena adanya sifat pigmen benda tersebut yang memantulkan warna merah dan menyerap warna lainnya. Warna hitam terlihat karena adanya sifat pigmen benda tersebut menyerap semua warna pelangi. Suatu benda dapat berwarna putih disebabkan sifat pigmen benda tersebut memantulkan semua warna pelangi.

Warna memiliki fungsi antara lain:

a. Warna sebagai warna, artinya kehadiran warna tersebut hanya sebagai tanda suatu benda yang dapat membedakan benda yang satu dengan benda lain.

b. Warna sebagai representasi alam, artinya kehadiran suatu warna merupakan penggambaran sifat objek secara nyata. Misalnya warna hijau untuk menggambar daun, warna merah untuk menggambar darah, warna biru untuk menggambarkan langit dan lainsebagainya.

c. Warna sebagai lambang atau symbol, Kehadiran warna merupakan lambang sesuatu yang merupakan kebiasaan atau pola umum. Warna pada rambu-rambu lalu lintas, warna kain bendera, warna sampul surat merupakan beberapa contoh fungsi warna sebagai simbol atau lambang ini.

    C. Penyusunan Unsur Visual
        Komposisi

Penyusunan merupakan suatu proses pengaturan atau disebut juga komposisi dari bentuk-bentuk menjadi satu susunan yang baik.

Ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk tersebut. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Perlu diketahui bahwa prinsip-prinsip ini bersifat subyektif terhadap penciptanya.

Dalam ilmu desain grafis, selain prinsip-prinsip diatas ada beberapa prinsip utama untuk tujuan komunikasi dari sebuah karya desain.

Prinsip – prinsip Penyusunan Unsur-unsur Visual

1. Kesatuan (Unity)

Kesatuan adalah sebuah keterpaduan. Kesatuan dalam sebuah karya rupa memiliki peranan agar tidak terlihat tercerai-berai atau kacau-balau, sehingga terasa nyaman jika dipandang. Prinsip ini merupakan prinsip hubungan antara satu unsur visual dengan unsur visual lain. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai.

2. Keseimbangan (Balance)

Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar dapat dinikmati dengan baik. Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani. Untuk lebih mudah memahaminya, karya seni diibaratkan memiliki dua bagian yang sama, yaitu bagian antara kanan dan bagian kiri. Selanjutnya tinggal dilihat bagian kanan dan bagian kiri tersebut. Jika di bagian kanan dan kiri itu terasa memiliki berat yang sama, maka karya tersebut bisa dikatakan seimbang. Jika bagian kanan dan kiri terasa lebih berat salah satunya, maka karya tersebut dikatakan tidak seimbang.

Keseimbangan dibedakan menjadi tiga jenis:

a) Keseimbangan simetris

Suatu karya dikatakan memiliki keseimbangan simetris jika keadaan pada sisi kanan dan sisi kiri tersebut terlihat sama persis.

b) Keseimbangan asimetris

Suatu karya dikatakan memiliki keseimbangan asimetris jika keadaan pada sisi kanan dan sisi kiri dari karya tersebut berbeda, namun jika dirasakan tetap sama beratnya.

c) Keseimbangan radial

Suatu karya dapat dikatakan memiliki keseimbangan radial, jika karya tersebut memiliki kesamaan antara bagian atas, bagian bawah, bagian kanan, dan bagian kirinya.

3. Irama (Rhythm)

Pengertian irama dalam seni rupa adalah suatu pengulangan unsur-unsur visual. Unsur visual yang diulang dapat berupa titik, garis, bidang, maupun warna.

Cara pengulangan unsur visual dibedakan menjadi 3:

a) Repetitif, adalah cara pengulangan yang sama, tetap atau stabil.

b) Progresif, adalah cara pengulangan yang cenderung meningkat, yaitu mengalami perubahan ukuran misalnya suatu bentuk yang dibuat pada suatu karya mula-mula berukuran kecil, kemudian bentuk tersebut diulangi lagi dengan ukuran yang agak besar, dibuat lagi dengan ukuran yang lebih besar lagi dan seterusnya hingga tampak suatu bentuk yang mengalami perubahan dari kecil ke besar. Pengulangan secara progresif ini tidak hanya diperoleh dengan mengubah ukuran saja, tetapi dapat pula dengan mengubah warna (misalnya warna pertama cerah, selanjutnya diulang dengan warna lebih gelap dan diakhiri dengan warna yang paling gelap.

c) Alternatif, adalah pengulangan bentuk yang bergantian. Sama seperti jenis irama yang lain, irama alternatif ini dapat diperoleh dengan merubah ukuran, bentuk maupun warna. Misalnya (perubahan berdasarkan ukuran) suatu bentuk dibuat dengan ukuran kecil, kemudian bentuk tersebut diulangi dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran sebelumnya, lalu bentuk itu diulangi lagi dengan ukuran yang sama dengan bentuk yang dibuat pertama, kemudian diulangi lagi dengan uuran yang sama dengan bentuk yang kedua dan seterusnya.

4. Emphasis (Point of Interest)

Emphasis atau aksentuasi adalah membuat salah satu unsur yang berbeda dari unsur yang lain. Tujuannya adalah untuk menjadikannya sebagai pusat perhatian, sehingga jika karya dilihat secara keseluruhan tidak ada kesan monoton.

5. Proporsi (Proportion)

Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan –perbandingan yang tepat. Perbandingan ini mencakup perbandingan antara objek dengan ruang/bidang gambar dan perbandingan antar unsur visual dalam sebuah karya.

6. Kesederhanaan (Simplicity)

Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang. Kesederhanaan sering juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian kesederhanaan mendorong penikmat untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh.

Konsep Teori Warna Pada Desain Grafis

Teori Warna Menurut Para Ahli

1.Teori Sir Isaac Newton

Newton melakukan percobaan dan menyimpulkan, apabila dilakukan pemecahan warna spektrum dari sinar matahari, akan ditemukan warna- warna yang beraneka ragam yang terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Warna-warna tersebut dapat kita lihat pada pelangi.

2. Color Theory (Brewster 1831)

Color Theori Atau Teori Warna ini membahas Teori Brewster yang pertama kali dikemukakan pada tahun 1831 menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral.

Pembagian Warna Menurut Brewster Warna Primer merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Warna sekunder merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru. Warna tersier merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.

3. Teori Albert Munsell

Pada tahun 1858, Munsell menyelidiki warna dengan standar warna untuk aspek fisik dan psikis. Berbeda dengan Newton dan Brewster, Munsell mengatakan warna pokok terdiridari merah, kuning, hijau, biru dan jingga. Sementara warna sekunder terdiri dari warna jingga, hijau muda, hijau tua, biru tua dan nila.

> Karakteristik Warna

Warna hangat : Merah, kuning, coklat, jingga. Dalam lingkaran warna terletak dari merah ke kuning.
Warna sejuk : Dalam lingkaran warna terletak dari hijau ke ungu melalui biru.
Warna tegas : Warna biru, merah, kuning, putih, hitam.
Warna tua atau gelap : Warna-warna tua yang mendekati warna hitam(coklat tua, biru tua, dan sebagainya)
Warna muda atau terang : Warna-warna yang mendekati warna putih.

> Warna Primer Additive

Warna primer additif adalah warna primer cahaya. Alat/media yang menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna menggunakan sistem warna additif. Televisi adalah yang paling umum.

Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru.
Campuran warna cahaya merah dan hijau, menghasilkan nuansa warna kuning atau orange.
Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan, sedangkan campuran merah dan biru menghasilkan nuansa ungu dan magenta.
Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer menghasilkan nuansa warna kelabu; jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih.

Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue).

> Warna primer subtraktif

Warna primer subtraktif adalah warna primer pantulan cahaya. Media yang menggunakan pantulan cahaya untuk untuk menghasilkan warna memakai metode campuran warna subtraktif.

RGBRGB adalah suatu model warna yang terdiri atas 3 buah warna: merah (Red), hijau (Green), dan biru (Blue), yang ditambahkan dengan berbagai cara untuk menghasilkan bermacam-macam warna.

Kegunaan utama model warna RGB adalah untuk menampilkan citra / gambar dalam perangkat elektronik, seperti televisi dan komputer, walaupun juga telah digunakan dalam fotografi biasa. Sebelum era elektronik, model warna RGB telah memiliki landasan yang kuat berdasarkan pemahaman manusia terhadap teori trikromatik. RGB merupakan model warna yang bergantung kepada peranti: peranti yang berbeda akan mengenali atau menghasilkan nilai RGB yang berbeda, karena elemen warna (seperti fosfor atau pewarna) bervariasi dari satu pabrik ke pabrik, bahkan pada satu peranti setelah waktu yang lama. Model warna ini merupakan model warna yang paling sering dipakai. Contoh alat yang memakai mode warna ini yaitu TV, kamera, pemindai, komputer,dan kamera digital.Kelebihan model warna ini adalah gambar mudah disalin / dipindah ke alat lain tanpa harusdi-convert ke mode warna lain, karena cukup banyak peralatan yang memakai mode warna ini.

Kelemahannya adalah tidak bisa dicetak sempurna dengan printer, karena printer menggunakan mode warna CMYK, sehingga harus diubah terlebih dahulu. RGB merupakan model warna aditif, yaitu ketiga berkas cahaya yang ditambahkan bersama-sama, dengan menambahkan panjang gelombang, untuk membuat spektrum warna akhir.

CMYKCyan Magenta Yellow Key, atau sering disingkat sebagai CMYK adalah proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan. Tinta process cyan, process magenta,process yellow, process black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan akurat sehingga menghasilkan warna tepat seperti yang diinginkan. Bahkan bila suatu saat diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali.

Sistem CMYK juga digunakan oleh banyak printer kelas bawahkarena keekonomisannya. CMYK (adalah kependekan dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan warna utamanya (black-hitam), dan seringkali dijadikan referensi sebagai suatu proses pewarnaan dengan mempergunakan empat warna) adalah bagian dari model pewarnaan yang sering dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Namun ia juga dipergunakan untuk menjelaskan proses pewarnaan itu sendiri. Meskipun berbeda-beda dari setiap tempat pencetakan, operator surat khabar, pabrik surat khabar dan pihak-pihak yang terkait, tinta untuk proses ini biasanya, diatur berdasarkan urutan dari singkatan tersebut. Model ini, baik sebagian ataupun keseluruhan, biasanya ditimpakan dalam gambar dengan warna latar putih (warna ini dipilih, dikarenakan dia dapatmenyerap panjang struktur cahaya tertentu). Model seperti ini sering dikenal dengan nama “subtractive”, karena warna-warnanya mengurangi warna terang dari warna putih. Dalam model yang lain “additivecolor”, seperti halnya RGB (Red-Merah, Green-Hijau, Blue-Biru), warna putih menjadi warna tambahan dari kombinasiwarna-warna utama, sedangkanwarna hitam dapat terjadi tanpa adanya suatu cahaya. Dalam model CMYK, berlaku sebaliknya: warna putih menjadiwarna natural dari kertas atau warna latar, sedangkan warna hitam adalah warna kombinasi dari warna-warna utama. Untuk menghemat biaya untuk membeli tinta, dan untuk menghasilkan warna hitam yang lebih gelap, dibuatlah satu warna hitam khusus yang menggantikan warna kombinasi dari cyan, magenta dan kuning.